Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Kalkulator Diskon: Hitung Harga Setelah Diskon

Masukkan harga awal dan persen diskon untuk melihat harga akhir dan berapa yang kamu hemat. Ada promo bertingkat seperti “diskon 50% + 20%”? Isi kolom diskon tambahan, dan kalkulator menghitung total diskon sebenarnya.

Rp
%
%

Untuk promo bertingkat seperti "diskon 50% + 20%". Kosongkan jika hanya ada satu diskon.

Hasil Perhitungan

Harga setelah diskon
Rp100.000
Kamu hemat
Rp150.000
Diskon pertama (50%)
Rp125.000
Harga setelah diskon pertama
Rp125.000
Diskon tambahan (20%)
Rp25.000
Total diskon efektif
60%

Diskon 50% + 20% bukan 70%, karena diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong.

Lapak baju batik di pasar dengan papan karton bertuliskan diskon 50%
Lapak baju batik di pasar dengan papan karton bertuliskan diskon 50%.

Cara Menghitung Diskon

Menghitung diskon hanya butuh dua langkah: cari besar potongan, lalu kurangi harga awal.

Potongan harga = Harga awal × (Persen diskon ÷ 100)
Harga setelah diskon = Harga awal − Potongan harga

Atau langsung dalam satu langkah:

Harga setelah diskon = Harga awal × (1 − Persen diskon ÷ 100)

Contoh menghitung diskon persen

Sepatu seharga Rp350.000 didiskon 30%.

  • Potongan = Rp350.000 × 30 ÷ 100 = Rp105.000
  • Harga setelah diskon = Rp350.000 − Rp105.000 = Rp245.000

Cara cepat di kepala: diskon 30% berarti kamu membayar 70% dari harga. 70% × Rp350.000 = Rp245.000.

Cara Menghitung Diskon Bertingkat (50% + 20%)

Promo seperti “diskon 50% + 20%” sering dikira 70%. Padahal diskon kedua dihitung dari harga yang sudah turun, bukan dari harga awal.

Harga akhir = Harga awal × (1 − Diskon 1) × (1 − Diskon 2)

Contoh untuk baju seharga Rp100.000:

  1. Diskon 50%: Rp100.000 × 0,5 = Rp50.000
  2. Diskon tambahan 20% dari Rp50.000 = Rp10.000, jadi harga menjadi Rp40.000
  3. Total potongan Rp60.000, artinya diskon efektifnya 60%
Diskon efektif = (1 − Harga akhir ÷ Harga awal) × 100
Untuk penjual: diskon 50% + 20% terdengar lebih besar dari diskon 60% langsung, padahal hasilnya sama. Pastikan harga setelah diskon masih di atas HPP. Cek dulu di Kalkulator HPP.

Diskon untuk Penjual: Cek Apakah Promo Masih Untung

Sebelum membuat promo, bandingkan harga setelah diskon dengan modal per produk. Jika produk dengan modal Rp12.000 dijual Rp20.000, diskon 40% membuat harganya Rp12.000, alias tanpa untung sama sekali. Gunakan Kalkulator Harga Jual & Margin untuk melihat margin setelah promo.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung diskon 20%?

Kalikan harga awal dengan 20 lalu bagi 100 untuk mendapat besar potongan. Contoh: Rp150.000 × 20 ÷ 100 = Rp30.000. Harga setelah diskon adalah Rp150.000 − Rp30.000 = Rp120.000.

Apakah diskon 50% + 20% sama dengan 70%?

Tidak. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama. Harga Rp100.000 didiskon 50% menjadi Rp50.000, lalu didiskon 20% lagi menjadi Rp40.000. Total diskonnya 60%, bukan 70%.

Bagaimana cara mencari persentase diskon jika tahu harga awal dan harga akhir?

Gunakan rumus (1 − harga akhir ÷ harga awal) × 100. Contoh: harga awal Rp200.000 dan harga akhir Rp150.000. Persentase diskonnya (1 − 0,75) × 100 = 25%.

Bagaimana cara mencari harga awal sebelum diskon?

Bagi harga setelah diskon dengan (1 − persen diskon). Contoh: harga setelah diskon 25% adalah Rp75.000, maka harga awalnya Rp75.000 ÷ 0,75 = Rp100.000.