Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Kalkulator HPP: Hitung HPP Makanan per Porsi

Hitung harga pokok penjualan (HPP) per porsi dari bahan baku, kemasan, dan biaya produksi. Isi target margin, dan Kalkumi langsung memberi saran harga jual. Contoh di bawah sudah terisi untuk 10 porsi ayam geprek, jadi tinggal ganti angkanya.

1. Bahan baku

Masukkan harga beli bahan dan berapa banyak yang dipakai untuk satu kali produksi.

  1. Rp

    Biaya bahan ini: Rp45.000

  2. Rp

    Biaya bahan ini: Rp6.000

  3. Rp

    Biaya bahan ini: Rp14.000

  4. Rp

    Biaya bahan ini: Rp15.000

2. Produksi & biaya lain
porsi
Rp

Box, kantong plastik, sendok, stiker, dan sejenisnya.

Rp

Gas, listrik, minyak goreng, upah, atau biaya lain untuk satu kali produksi.

3. Target keuntungan
%

Persentase laba dari harga jual. Usaha makanan umumnya memakai 30–60%.

Hasil Perhitungan

Total biaya bahan
Rp80.000
Total biaya produksi (modal)
Rp105.000
HPP per porsi
Rp10.500
Harga jual disarankan
Rp17.500
Estimasi laba kotor
Rp7.000 / porsi
Estimasi margin kotor
40%
Bahan ayam geprek ditimbang di atas meja kayu, dengan nota belanja dan kotak kemasan
Bahan ayam geprek ditimbang di atas meja kayu, dengan nota belanja dan kotak kemasan.

Apa Itu HPP?

HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah seluruh biaya yang kamu keluarkan untuk membuat produk yang dijual. Untuk penjual makanan dan minuman, HPP paling berguna dihitung per porsi: berapa modal untuk satu porsi nasi ayam, satu gelas es kopi susu, atau satu box kue. Dari angka inilah harga jual yang aman ditentukan.

Tanpa menghitung HPP, harga jual sering hanya ikut-ikutan pesaing. Akibatnya, dagangan laris tapi untungnya tipis, atau bahkan rugi tanpa disadari ketika harga bahan naik.

Rumus HPP per Porsi untuk Usaha Makanan

Kalkulator HPP di atas memakai empat langkah berikut.

1. Biaya setiap bahan

Biaya bahan = (Harga beli ÷ Jumlah beli) × Jumlah dipakai

Satuan beli dan satuan pakai harus sejenis. Kalkulator otomatis mengubah kg ke gram dan liter ke ml, jadi kamu bisa memasukkan “beli 1 kg, pakai 250 gram”.

2. Total biaya produksi

Total biaya produksi = Total biaya bahan + (Biaya kemasan per porsi × Jumlah porsi) + Biaya lain

3. HPP per porsi

HPP per porsi = Total biaya produksi ÷ Jumlah porsi

4. Harga jual dari target margin

Harga jual = HPP per porsi ÷ (1 − Target margin)

Target margin ditulis dalam bentuk desimal: 40% menjadi 0,40. Margin dihitung dari harga jual, bukan dari modal. Itulah sebabnya HPP Rp10.000 dengan margin 40% menghasilkan harga jual Rp16.667, bukan Rp14.000. Penjelasan lengkapnya ada di Kalkulator Harga Jual & Margin.

Contoh Cara Menghitung HPP Makanan

Misalnya kamu membuat 10 porsi ayam geprek dalam satu kali masak:

BahanHarga beliDipakaiBiaya
Dada ayamRp45.000 / 1 kg1 kgRp45.000
Tepung bumbuRp12.000 / 500 g250 gRp6.000
BerasRp70.000 / 5 kg1 kgRp14.000
Cabai & bumbu sambalRp15.0001 paketRp15.000
Total biaya bahanRp80.000
  • Kemasan (box + sendok + kantong): Rp1.500 × 10 porsi = Rp15.000
  • Biaya lain (gas dan minyak goreng): Rp10.000
  • Total biaya produksi = Rp80.000 + Rp15.000 + Rp10.000 = Rp105.000
  • HPP per porsi = Rp105.000 ÷ 10 = Rp10.500
  • Dengan target margin 40%: harga jual = Rp10.500 ÷ 0,60 = Rp17.500, laba kotor Rp7.000 per porsi.
Tips: bulatkan harga jual ke angka yang mudah dibayar, misalnya Rp18.000. Harga sedikit di atas saran kalkulator memberi ruang untuk diskon dan biaya admin ojek online.

Panduan langkah demi langkah dengan contoh lain ada di cara menghitung HPP makanan dan cara menghitung HPP minuman dan kopi.

Rumus HPP dalam Akuntansi (Perusahaan Dagang)

Di pelajaran akuntansi dan laporan laba rugi, HPP dihitung per periode, bukan per porsi. Untuk perusahaan dagang yang membeli lalu menjual kembali barang, rumusnya:

HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih − Persediaan akhir
Pembelian bersih = Pembelian + Ongkos angkut pembelian − Retur pembelian − Potongan pembelian

Contoh: persediaan awal Rp10.000.000, pembelian bersih Rp25.000.000, dan persediaan akhir Rp8.000.000. Maka HPP = Rp10.000.000 + Rp25.000.000 − Rp8.000.000 = Rp27.000.000.

Untuk perusahaan manufaktur, HPP dihitung dari harga pokok produksi:

Harga pokok produksi = Bahan baku langsung + Tenaga kerja langsung + Overhead pabrik (+ Barang dalam proses awal − Barang dalam proses akhir)
HPP = Harga pokok produksi + Persediaan barang jadi awal − Persediaan barang jadi akhir

Contoh lengkap dan latihan soalnya ada di rumus HPP perusahaan dagang dan cara menghitung harga pokok produksi. Untuk UMKM makanan yang memproduksi setiap hari, cara per porsi di kalkulator ini jauh lebih praktis untuk menentukan harga jual.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung HPP

  • Lupa biaya kecil. Minyak goreng, gas, sambal, dan kemasan terlihat murah per porsi, tapi bisa menambah 15–25% ke HPP.
  • Memakai harga bahan lama. Hitung ulang HPP setiap kali harga ayam, telur, atau cabai naik.
  • Mencampur satuan. Beli dalam kg tapi pakai dalam gram. Kalkulator ini mengonversinya otomatis.
  • Menyamakan margin dan markup. Menambah 40% dari modal tidak sama dengan margin 40%.

Panduan Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu HPP?

HPP adalah singkatan dari Harga Pokok Penjualan, yaitu total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang dijual. Untuk usaha makanan, HPP biasanya dihitung per porsi dari biaya bahan baku, kemasan, dan biaya produksi lain.

Bagaimana rumus HPP per porsi?

HPP per porsi = total biaya produksi ÷ jumlah porsi. Total biaya produksi adalah jumlah biaya bahan baku yang dipakai, biaya kemasan, dan biaya produksi lain seperti gas atau minyak goreng.

Berapa margin yang wajar untuk usaha makanan?

Banyak usaha makanan memakai target margin kotor 30–60% dari harga jual. Angka yang tepat bergantung pada harga pesaing, biaya sewa, dan biaya operasional lain yang belum masuk HPP.

Apakah gaji karyawan dan sewa tempat masuk HPP?

Upah yang langsung terkait produksi bisa dimasukkan ke biaya produksi lain. Sewa tempat dan gaji bulanan biasanya dihitung sebagai biaya tetap, lalu dianalisis dengan Kalkulator BEP agar terlihat berapa porsi yang harus terjual untuk balik modal.

Apakah data yang saya masukkan disimpan?

Tidak. Semua perhitungan berjalan di browser kamu dan angka yang kamu masukkan tidak dikirim ke server Kalkumi.