Apa Itu BEP (Break Even Point)?
Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah jumlah penjualan saat total pendapatan tepat menutup total biaya. Di titik ini usaha belum untung, tapi juga tidak rugi. Setiap unit yang terjual setelah BEP menambah laba sebesar margin kontribusinya.
Untuk menghitung BEP, biaya usaha dibagi menjadi dua jenis:
- Biaya tetap: sewa tempat, gaji tetap, internet, penyusutan atau cicilan alat.
- Biaya variabel per unit: bahan baku, kemasan, dan biaya lain per produk. Untuk usaha makanan, angka ini biasanya sama dengan HPP per porsi.
Rumus BEP Unit
Rumus BEP Rupiah
Atau, jika hanya tahu persentase biaya variabel terhadap harga jual:
Contoh Soal BEP Usaha Makanan
Kedai kopi kecil punya data per bulan berikut:
- Sewa Rp2.500.000 + gaji barista Rp2.000.000 + listrik & internet Rp500.000 = biaya tetap Rp5.000.000
- Harga jual es kopi susu Rp15.000 per gelas
- Biaya variabel (kopi, susu, gula, es, cup) Rp7.000 per gelas
Penyelesaian:
- Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.000 = Rp8.000 per gelas
- BEP unit = Rp5.000.000 ÷ Rp8.000 = 625 gelas per bulan (sekitar 21 gelas per hari)
- BEP rupiah = 625 × Rp15.000 = Rp9.375.000 per bulan
Jika terjual 1.000 gelas, labanya (1.000 × Rp8.000) − Rp5.000.000 = Rp3.000.000.
BEP teoretis vs BEP unit bulat: jika harga jual Rp12.000 dan biaya variabel Rp5.000 dengan biaya tetap Rp1.000.000, BEP teoretisnya 142,86 unit. Karena tidak bisa menjual sebagian unit, BEP praktisnya 143 unit atau Rp1.716.000.
Kapan BEP Tidak Bisa Tercapai?
Jika harga jual sama dengan atau lebih rendah dari biaya variabel per unit, setiap penjualan tidak menyisakan apa pun untuk menutup biaya tetap. Berapa pun yang terjual, usaha tetap rugi. Solusinya menaikkan harga jual, menekan biaya bahan, atau keduanya. Gunakan Kalkulator Harga Jual & Margin untuk mencari harga yang sehat.
Mau latihan? Lihat contoh soal BEP dan jawabannya.
