Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Rumus HPP Perusahaan Dagang dan Contoh Soalnya

Rumus HPP perusahaan dagang dari persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir, lengkap dengan contoh toko sembako dan latihan soal.

Diperbarui · Tim Kalkumi

Perusahaan dagang adalah usaha yang membeli barang jadi lalu menjualnya kembali tanpa mengubah bentuknya. Contohnya toko sembako, minimarket, toko bangunan, dan reseller. Karena tidak memproduksi, HPP perusahaan dagang dihitung dari persediaan dan pembelian barang.

Rumus HPP Perusahaan Dagang

HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih − Persediaan akhir
Pembelian bersih = Pembelian + Beban angkut pembelian − Retur pembelian − Potongan pembelian

Penjelasan setiap komponen:

KomponenArti
Persediaan awalNilai barang dagangan di gudang pada awal periode
PembelianTotal barang dagangan yang dibeli selama periode
Beban angkut pembelianOngkos kirim barang dari pemasok ke tokomu
Retur pembelianBarang yang dikembalikan ke pemasok
Potongan pembelianDiskon dari pemasok, misalnya karena membayar lebih cepat
Persediaan akhirNilai barang yang belum terjual di akhir periode

Jumlah persediaan awal dan pembelian bersih disebut barang tersedia untuk dijual.

Contoh Menghitung HPP Toko Sembako

Data satu bulan:

  • Persediaan awal: Rp15.000.000
  • Pembelian: Rp60.000.000
  • Beban angkut pembelian: Rp1.200.000
  • Retur pembelian: Rp800.000
  • Potongan pembelian: Rp1.400.000
  • Persediaan akhir (hasil stock opname): Rp18.000.000

Langkah 1: pembelian bersih

Pembelian bersih = 60.000.000 + 1.200.000 − 800.000 − 1.400.000 = Rp59.000.000

Langkah 2: barang tersedia untuk dijual

Barang tersedia = 15.000.000 + 59.000.000 = Rp74.000.000

Langkah 3: HPP

HPP = 74.000.000 − 18.000.000 = Rp56.000.000

Jika penjualan bersih bulan itu Rp80.000.000, maka laba kotor = Rp80.000.000 − Rp56.000.000 = Rp24.000.000, dengan margin laba kotor 30%. Baca lebih lanjut di laba kotor adalah.

Latihan Soal

Toko alat tulis memiliki data berikut:

  • Persediaan awal Rp20.000.000
  • Pembelian Rp45.000.000
  • Beban angkut pembelian Rp500.000
  • Retur pembelian Rp1.000.000
  • Potongan pembelian Rp500.000
  • Persediaan akhir Rp12.000.000

Hitung HPP-nya.

Jawaban:

Pembelian bersih = 45.000.000 + 500.000 − 1.000.000 − 500.000 = Rp44.000.000
Barang tersedia  = 20.000.000 + 44.000.000 = Rp64.000.000
HPP              = 64.000.000 − 12.000.000 = Rp52.000.000

Metode Periodik dan Perpetual

  • Periodik: persediaan dihitung secara fisik (stock opname) di akhir periode, lalu HPP dihitung dengan rumus di atas. Cocok untuk toko kecil.
  • Perpetual: setiap penjualan langsung dicatat beserta HPP-nya, biasanya memakai aplikasi kasir atau software akuntansi. Persediaan selalu terlihat setiap saat.

Nilai persediaan akhir juga bergantung pada metode penilaiannya, misalnya FIFO (barang yang pertama dibeli dianggap pertama terjual) atau rata-rata tertimbang. Saat harga beli naik, FIFO menghasilkan persediaan akhir lebih tinggi dan HPP lebih rendah.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  1. Lupa beban angkut pembelian. Ongkos kirim dari pemasok adalah bagian dari HPP, bukan biaya operasional.
  2. Tidak melakukan stock opname. Tanpa menghitung persediaan akhir yang sebenarnya, barang hilang atau rusak tidak tercatat.
  3. Mencampur ongkos kirim ke pembeli. Ongkos kirim penjualan masuk ke biaya operasional, bukan HPP.

Bagaimana dengan Usaha yang Memproduksi Sendiri?

Usaha yang mengolah bahan menjadi produk, seperti warung makan, bakery, atau konveksi, memakai harga pokok produksi. Lihat harga pokok produksi, atau hitung HPP per porsi secara langsung:

Kalkulator HPPHitung HPP per porsi dari bahan, kemasan, dan biaya produksi.